Donor darah merupakan kegiatan sosial yang bermanfaat, baik bagi pendonor, terlebih lagi bagi mereka yang menerima darah tersebut, karena mereka biasanya dalam keadaan sangat membutuhkan, seperti korban kecelakaan, demam berdarah, operasi besar, dsb. Beberapa keuntungan bagi pendonor antara lain:
- Menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini diduga disebabkan oleh menurunnya kadar zat besi dalam darah, yang ikut keluar bersama dengan darah. Kelebihan zat besi diperkirakan merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.
- Mendapat tes kesehatan mini secara gratis. Pendonor biasanya akan menjalani beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, denyut nadi dan suhu tubuh. Begitu pula setelah darah diambil, darah akan diperiksa untuk beberapa jenis penyakit seperti HIV, hepatitis, dll. Di beberapa tempat, pendonor bahkan bisa memperoleh pemeriksaan kolesterol darah secara gratis. Pendonor akan diberitahu jika darahnya mengidap salah satu penyakit tersebut, sehingga secara tidak langsung, rutin mendonorkan darah bisa menjadi sarana pemeriksaan kesehatan kecil-kecilan yang rutin pula.
- Aliran darah akan menjadi lebih baik dan lancar.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah mendonorkan darah agar tubuh tetap sehat.
Sebelum Mendonorkan Darah
Sebelum donor, perlu diketahui bahwa persyaratan donor darah. Sebagian besar remaja dan dewasa berusia 17-65 tahun dengan berat badan > 50 kg, dengan kondisi badan sehat secara umum dapat mendonorkan darahnya dengan aman.
Beberapa kondisi dimana seseorang mungkin tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya adalah:
Beberapa kondisi dimana seseorang mungkin tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya adalah:
- Riwayat menderita penyakit serius atau bedah mayor
- Pernah menjalani operasi/tindakan gigi yang rumit
- Baru saja mengalami penyakit infeksi
- Baru saja menjalani imunisasi dalam empat minggu terakhir
Adapun kondisi dimana seseorang tidak boleh memberikan darahnya antara lain adalah:
- Menderita batuk berat, nyeri tenggorokan, atau “cold sore” yang aktif
- Mengkonsumsi antibiotik atau baru saja menyelesaikan konsumsi antibiotik dalam 7 hari terakhir
- Hamil atau baru saja melahirkan dalam 6 bulan terakhir
- Menderita hepatitis A atau sakit kuning dalam 12 bulan terakhir
- Menjalani proses tindik telinga atau tubuh dalam 4 bulan terakhir
- Memiliki tato dalam 4 bulan terakhir
- Baru mengunjungi daerah endemik malaria dalam 6 bulan terakhir
- Mendapat ekstrak kelenjar hipofisis (bahan yang digunakan dalam hormon pertumbuhan dan terapi kesuburan sebelum 1985)
- Menderita hepatitis B
Setelah memenuhi persyaratan menjadi donor dan menjalani prosedur donor darah, yang biasanya berlangsung selama 10-15 menit, dengan volume darah yang diambil berkisar antara 250-350 ml, pendonor perlu beristirahat sebentar, dan mengkonsumsi makanan dan minuman ringan untuk mencegah rasa pusing atau ingin pingsan. Perokok yang menjadi donor harus menghentikan merokok selama 2 jam setelah donor darah karena merokok dapat menyebabkan rasa pusing dan ingin pingsan.
Efek samping setelah donor darah?
Pada dasarnya, donor darah sangat aman, meskipun beberapa orang mungkin dapat menderita efek samping ringan, seperti:
- Memar pada daerah bekas suntikan untuk pengambilan darah
- Nyeri pada lengan bekas suntikan
- Pusing dan pingsan
Efek samping yang berat dan memerlukan perawatan medis sangat jarang, kurang dari 1 dalam 3500 kasus. Pada kondisi yang Saudara alami, dimana pusing dan melayang masih terasa selama 2 hari, hal ini bisa saja merupakan efek samping dari donor darah namun tidak membahayakan. Cobalah beristirahat, menghindari kerja berat, dan mengkonsumsi air putih yang cukup, minimal 2 L perhari, dan makanan bernutrisi seperti ayam, telur, daging, sayur hijau dan buah-buahan untuk mengembalikan stamina Saudara. Jika rasa pusing dan melayang masih berlanjut dalam 3 hari ke depan, maka sebaiknya Saudara memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui tekanan darah Saudara dan apakah ada infeksi lain yang Saudara derita.
No comments:
Post a Comment